oleh

Buntut 4 Toko Terpapar Covid-19, Warga Ketandan Tutup Semua Toko

YOGYAKARTA (Simpony) – Di Indonesia kasus penularan Covid-19 akhir-akhir ini cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan, tidak terkecuali di Kota Yogyakarta. Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 telah dilakukan baik pemerintah pusat maupun daerah hingga masyarakat atau komunitas. Seperti halnya yang diinisiasi oleh warga Kampung Ketandan, khususnya RW 05 Ngupasan yang mulai hari ini, Kamis tanggal 1- 7 Juli 2021 sepakat untuk menutup semua toko atau usaha di sepanjang Jalan Ketandan, Gondomanan, Yogyakarta.

Dijelaskan Ketua RW 05 Ngupasan, Tjundaka Prabowo, inisisasi penutupan semua toko dan PKL ini merupakan usulan dan kesepakatan antara para pelaku usaha yang beraudiensi dengan pihak Pemerintah Kemantren Gondomanan.

“Hal ini dimaksudkan untuk mengendalikan dan memutus mata rantai penularan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang terjadi wilayah kami,” ujarnya.

Persiapan penutupan semua toko dilakukan pada Rabu 30 Juni 2021, bersama-sama antara Ketua Kampung Ketandan, Ketua RW 04 dan RW 05 Ngupasan bersama Lurah Ngupasan serta BKO Pol PP Kemantren Gondomanan.

“Namun demikian persiapan penutupan toko usaha tersebut dilakukan secara persuasif dan edukatif sehingga semua pengusaha di Jalan Ketandan tersebut bersedia menutup lapaknya,” imbuhnya.

Lanjut Tjundaka dengan adanya langkah tersebut, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan kasus Covid-19 di wilayah Ketandan, sehingga aktivitas perekonomian dapat berjalan normal kembali.

Secara terpisah, Mantri Pamong Praja Kemantren Gondomanan, Subarjilan membenarkan pihaknya telah menerima audiensi dari warga Kampung Ketandan yang melaporkan situasi terkini perkembangan kasus Covid-19 disana.

“Dari hasil pertemuan tersebut muncullah sebuah Surat Himbauan dari kami kepada para pemilik usaha disana. Jadi ini sifatnya hanya himbauan,” ujar Subarjilan, Kamis (1/7/2021).

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengungkapkan, bahwa di Kampung Ketandan terdapat 4 toko yang penjaganya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari warga setempat rapat diantara mereka dan menelusuri, itu terjadi dari pembeli yang datang dari toko ke toko. Hal itu yang mengakibatkan empat toko itu kena, saya tidak begitu hapal toko apa,” ungkap Heroe.

Maka atas kesepakatan warga dan Satgas Penaganan Covid Kelurahan dan Kemantren, mereka sepakat untuk menutup sementara semua toko di sana agar betul-betul menghentikan sebaran virus Covid-19.

“Jadi ini merupakan bagian respon masyarakat yang punya kecepatan yang tinggi juga. Saya juga minta di sana diperbaiki untuk fasilitas prokesnya dan mekanisme SOP yang selama ini sudah kita buat untuk dijalankan dengan baik. Misalnya ada orang datang namun positif OTG dan dia tidak tahu, maka bisa kita antisipasi,” katanya.

Lanjut Heroe, termasuk bagaimana model penyerahan uang supaya diperbaiki. “Memang tidak banyak pembeli berjubel-jubel di sana, namun kan mekanisme penyerahan uang, pengembalian, penyerahan nota dan segala macam supaya diperbaiki agar tidak menjadi media penularan. Termasuk sekat antara penjual dan pembeli guna memberikan rasa saling aman,” jelasnya. (fan/kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed