oleh

FKTB Gondomanan Berkoordinasi Hadapi Bencana di Wilayah

-Daerah-146 views

YOGYAKARTA (Simpony) – Menghadapi prediksi perkiraan cuaca dan juga kemungkinan terjadinya bencana di wilayah, Kemantren Gondomanan melakukan koordinasi dan penyegaran Forum Kampung Tangguh Bencana (FKTB). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Kamis, 18 Februari 2021 bertempat di Balai Warga Prawirodirjan.

Hadir pada kesempatan itu adalah Subarjilan, SIP. M.Si. selaku Mantri Pamong Praja Gondomanan dan pejabat dari BPBD Kota Yogyakarta serta para relawan yang tergabung dalam FKTB.

Ketua FKTB Kemantren Gondomanan, R. Suwardjono menyampaikan bahwa dengan adanya FKTB ini koordinasi dan silaturahmi antar relawan KTB se-Kemantren Gondomanan dapat dilaksanakan dengan lebih baik. “Sehingga kesiapsiagaan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara bersama,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Bayu Wijayanto, ST, M.Eng memberikan apresiasi kepada segenap relawan FKTB Kemantren Gondomanan yang telah mengadakan koordinasi lebih awal untuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadi bencana.

“BPBD memberikan dukungan terhadap pemeliharaan peralatan KTB apabila diperlukan serta fasilitasi pelatihan untuk para relawan KTB,” katanya.

Subarjilan, SIP, M.Si. dalam kesempatan itu memberikan pengarahan kepada FKTB agar meningkatkan kebersamaan sesama relawan KTB untuk penanggulangan bencana yang kemungkinan dapat terjadi di wilayah Kemantren Gondomanan.

“Mengingat situasi saat ini curah hujan masih tinggi sedangkan Kemantren Gondomanan memiliki wilayah yang berada di Bantaran Sungai Code maka para relawan agar meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan komunikasi dengan pihak terkait agar dapat memberikan antisipasi sebelum terjadi bencana,” katanya.

Selain itu kegiatan koordinasi FKTB juga bertujuan untuk dapat mewujudkan kebersamaan dalam penanggulangan bencana atau bantu membantu dalam menghadapi bencana.

“Dengan demikian harapannya masyarakat Kemantren Gondomanan dapat menjadi masyarakat yang tangguh bencana, yaitu masyarakat yang mampu mengenali ancaman, mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mengurangi kerentanan dan memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko bencana,” pungkas Subarjilan. (aji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed