oleh

Ganjar Nilai Selfie tanpa Memakai Masker, Penyebab Covid-19 Melonjak

SEMARANG (Simpony) – Dalam sepekan terakhir ini Jawa Tengah mengalami lonjakan kasus penularan covid-19 yang sangat signifikan. Hingga tanggal 14 Juni 2021, tercatat adanya penambahan kasus covid-19 hingga 3.331 dan 756 kasus kematian.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menilai salah satu penyebab melonjaknya kasus covid-19 adalah masyarakat lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Misalnya selfie tanpa masker,” ujarnya, Kamis (17/6/2021).

Dia menegaskan, untuk melawan virus corona varian terbaru delta yang disebut-sebut menjadi penyebab lonjakan di Jawa Tengah, hanya dibutuhkan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Maskernya dipakai terus, jangan keluar rumah kalau tidak penting, jangan berkerumun, kalau sampai ada kerumunan ya diingatkan agar bubar. Saya mohon panjenengan semua jangan lengah, karena virus corona varian delta ini selalu mengintip ketika kita sedang lengah. Mungkin kemana-mana kita pakai masker, tapi kemudian membuka masker saat selfie, nah itulah celahnya,” jelas Ganjar.

Ganjar mencontohkan kejadian 13 guru di Kabupaten Sragen yang terkonfirmasi positif covid-19, hanya karena mereka tidak memakai masker saat sedang selfie.

“Sikap menyepelekan itulah yang menyebabkan kasus corona terus meningkat di Jawa Tengah,” katanya.

Dia mengingatkan kepada masyarakat Jateng khususnya supaya terus mematuhi penerapan prokes, karena kesadaran tersebut sangat penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk saling mengingatkan satu dengan lainnya.

Ganjar juga meminta kepada seluruh kepala daerah yang wilayahnya menjadi zona merah untuk lebih memperketat penerapan prokes dan pengetatan kegiatan masyarakat.

“Untuk Bupati yang masuk dalam zona merah silahkan buat kesepakatan bersama, bagaimana mengatasi pelintas batas, orang bekerja, belanja dan lain sebagainya. Termasuk aturan kunjungan ke tempat-tempat wisata, maupun kegiatan keramaian lainnya,” katanya.

Ganjar juga menghimbau agar aturan yang dibuat bisa saling berintegrasi, terutama terkait penutupan tempat wisata. “Jangan sampai ketika ada satu daerah menutup tempat wisata, justru tempat lain ada yang membuka,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menurut Ganjar, akan terus melakukan upaya percepatan pelaksanaan vaksinasi. “Silahkan panjenengan datang ke Gedung Gradhika Bhakti Praja di Komplek Gubernuran setiap hari kerja. Karena vaksinasi masih akan dibuka hingga akhir tahun, tidak perlu berebut. Sayaratnya hanya membawa KTP saja,” tuturnya. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed