oleh

Gubernur Minta Pedagang Batik Pasar Sentono Maksimalkan Pemasaran Online

-Ekonomi-57 views

PEKALONGAN (Simpony) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengarahkan pedagang oleh-oleh, seperti pedagang batik Pekalongan agar memanfaatkan pemasaran secara daring atau online. Hal itu bertujuan agar mereka tetap bisa berjualan dengan lancar di tengah larangan mudik Lebaran 2021.

“Kalau jualan biasanya di tempat tertentu, kok sepi, pengunjungnya enggak ada. Ada ruang yang ramai banget. Itu namanya ruang digital. Itu ramai banget,” ujar Ganjar, Senin (10/5/2021) petang.

Ganjar mengungkapkan, ruang digital yang dimaksud yakni memanfaatkan marketplace atau sebuah website aplikasi online, yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Tentu saja marketplace itu termasuk unicorn atau startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS. Tidak sedikit UMKM Jateng yang memanfaatkan pemasaran daring tersebut dan berhasil meraih peningkatan penjualan.

“Jadi ada banyak cara berikhtiar mencari rezeki dari kondisi yang sulit ini, ada dunia lain, dunia digital. Masuklah ke sana (pasar online),” imbuhnya.

Menurut Ketua Ikatan Pedagang Pasar Grosir Batik Setono (Ipaseno) Rozakon, seiring adanya larangan mudik, para pedagang kerajinan batik di pasar tersebut sudah memang memaksimalkan pemasaran online.

“Sudah pemasaran online. Jadi lumayan ketolong ada online itu,” kata Rozakon.

Rozakon mengakui, saat musim mudik seperti sekarang biasanya ramai. Tapi, adanya larangan mudik mengakibatkan penurunan kunjungan hingga 50 persen. Dia menuturkan, para pedagang batik di Setono hampir 80 persen telah memaksimalkan pasar online.

Seperti melalui WhatsApp (WA), beragam media sosial lainnya dan melalui aplikasi jual beli (marketplace).

“Yang pernah ke sini (Pasar Grosir Batik Setono) ada yang minta gambar melalui WA, terus kirim-kirim barang,” katanya.

Para pedagang juga pernah melebarkan sayap dengan mendirikan tempat pemasaran di sejumlah kota, terutama di daerah perkotaan. Dia merincikan total pedagang di Pasar Grosir Batik Setono sekitar 400 orang dan jumlah kios yang aktif juga 400 unit.

Salah satu pedagang batik di Pasar Setono, Umi Hanik mengatakan, saat mudik biasanya ramai pemudik namun dalam pandemi ini, pihaknya terkena dampak. Adapun upaya untuk bertahan yakni tetap berjualan dengan memanfaatkan aplikasi WA untuk menawarkan batik. “Melalui WA, sangat membantu penjualan. Ya membantu itu,” ujarnya.

Medsos Instagram pun ia manfaatkan dengan baik. Sejumlah pelanggannya seperti dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan luar Jawa ada yang berinteraksi membeli batik melalui medsos.

“Untuk perkembangan zaman, iya, penjualan online membantu,” imbuhnya. (*/kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed