oleh

Harga Cabai di Pasar Tradisional Masih Tinggi

-Ekonomi-38 views

YOGYAKARTA (Simpony) – Harga cabai di pasar tradisional Yogyakarta masih tinggi dalam satu bulan ini. Pasalnya, curah hujan yang tinggi membuat kualitas cabai ataupun jumlah panen menurun.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, mengakui perihal tingginya harga cabai tersebut. Namun menurutnya beberapa waktu terakhir harga cabai sudah berangsur turun.

“Saat ini harga memang masih tinggi. Pengaruh faktor cuaca, karena cabai tidak tahan lama. Saat ini juga terjadi penurunan permintaan seperti di Pasar Beringharjo turun 30 persen,” katanya, Senin (18/1/2021).

Ia menambahkan, berdasarkan catatan Disperindag DIY, kondisi saat ini cabai rawit hijau berada di kisaran harga Rp63.000/kg, dan cabai rawit merah di harga Rp65.000/kg. Sementara untuk cabai merah keriting Rp44.300/kg, dan cabai besar konsumsi Rp46.000/kg.

“Imbauan kami kepada konsumen untuk beralih ke cabai olahan, atau cabai pasta yang selama ini mengkonsumsi cabai segar,” tambahnya.

Salah satu pedagang di Pasar Beringharjo, Lami, mengungkapkan perihal kenaikan harga cabai rawit hijau dan merah yang cukup signifikan. Kenaikan harga tersebut  menurutnya sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Berdasar informasi yang diterimanya dari petani, panen yang dihasilkan memang menurun. Penurunan tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi, sehingga membuat cabai rusak.

“Gagal panen, kabarnya rusak karena cuaca hujan. Panen berkurang dari petani, sehingga harga menjadi mahal. Cabai rawit itu bisa sampai Rp65.000 sampai Rp70.000/kg,” katanya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed