oleh

Indonesia Dorong Peningkatan Kualitas SDM KPK

WINA (Simpony) – Kejahatan korupsi terus berkembang, bertransformasi dan dapat bersifat lintas negara sehingga dibutuhkan peningkatan dan pengembangan kemampuan penegak hukum dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Upaya pemberantasan korupsi tidak boleh terhenti bahkan di saat pandemi sekalipun. Demikian disampaikan Dubes RI untuk Austria merangkap Slovenia dan Organisasi Internasional di Wina, Dr. Darmansjah Djumala, saat memberikan sambutan virtual pada pembukaan pelatihan International Anti-Corruption Academy (IACA), Senin (29/3/2021).

Pembukaan pelatihan dihadiri juga oleh Direktur Pendidikan dan Pelatihan Anti Korupsi KPK, Dian Novianthi, serta diikuti para peserta pelatihan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dubes Djumala mengapresiasi pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama KPK, the Deutsche Gesellscharft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan IACA yang secara keseluruhan melibatkan 40 peserta dari Pusdiklat KPK yang berlangsung dalam 2 tahap mulai 23 Maret hingga 1 April 2021. Pelatihan akan membahas mengenai teknik investigasi dengan informasi yang diperoleh dari sumber terbuka dan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan integritas organisasi.

Dubes Djumala menyampaikan, bahwa sejak ratifikasi Indonesia pada Pendirian IACA pada 17 September 2013, kerjasama antara Indonesia dan IACA terus terjalin erat. Auditor Indonesia juga terlibat sebagai independent external auditor pada IACA untuk 2 periode yaitu 2016-2018 dan 2019-2021.

“Diharapkan IACA dapat terus berperan dalam mendorong berbagai pelatihan dan pendidikan anti korupsi di kawasan dan menjalin kerja sama dengan negara-negara mitra, termasuk Indonesia,” ujar Djumala.

IACA adalah organisasi internasional yang berkedudukan di Laxenburg, Austria, dibentuk sebagai wadah kerjasama peningkatan kapasitas bagi aparat lembaga pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dibentuk atas inisiatif  United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) para pemangku kepentingan lainnya. IACA menyediakan pendidikan, pelatihan, pembentukan jejaring dan kerjasama, termasuk penelitian ilmiah dalam bidang pemberantasan korupsi. Sebanyak 80 negara telah meratifikasi Persetujuan Pendirian IACA, termasuk Indonesia. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed