oleh

Jelang Lebaran, Pemkot Yogyakarta Tingkatkan Pengawasan Prokes di Pasar

-Ekonomi-92 views

YOGYAKARTA (Simpony) – Menjelang Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perdagangan meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes) di pasar-pasar tradisional. Terutama pada pasar-pasar tradisional besar seperti Pasar Beringharjo yang biasanya mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

“Sejak minggu kemarin kami pantau belum ada peningkatan di masa menjelang Lebaran. Terutama di Pasar Beringharjo Barat dan pusat bisnis terutama di pakaian, baju-baju muslim dan alat ibadah, lebih ke pengunjung masyarakat lokal,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono, Selasa (4/5/2021).

Guna mengantisipasi peningkatan pengunjung, lanjut Yunianto, pihaknya akan meningkatkan pengawasan penerapan prokes dengan menambah sekitar 30 petugas penjagaan dan keamanan di beberapa pasar tradisional skala besar di Kota Yogyakarta seperti Pasar Beringharjo dan Pasar Prawirotaman.

“Untuk prokes tetap diterapkan sebagaimana dengan standar operasional prosedur di Dinas Perdagangan yakni protokol 5M. Dan menambah personel penjagaan dan keamanan di pasar tradisional skala besar,” terangnya.

Yunianto menjelaskan standar prokes 5M yang selama ini diterapkan yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Namun diakuinya untuk Pasar Beringharjo terkadang sulit untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Kadang sulit yang menjaga jarak. Tapi tetap kami upayakan secara maksimal. Makanya kami buat sekat atau pembatas serta penjagaan dari petugas trantib supaya mentaati protokol kesehatan. Kami belum ada pembatasan kuota pengunjung karena peningkatannya belum signifikan,” jelasnya.

Menurutnya peningkatan pengunjung Pasar Beringharjo akan terjadi pada H-4 Lebaran yaitu tanggal 9 Mei 2021 hingga pasca Lebaran. Dia berharap Lebaran tahun ini bisa menjadi momentum untuk pemulihan perekonomian pedagang di masa pandemi, tapi masyarakat juga diminta tidak mengabaikan prokes.

“Harapan masyarakat berkunjung ke pasar tapi harus mematuhi protokol kesehatan. Kami harap bisa memulihkan ekonomi tapi tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Adem Ayem Pasar Beringharjo Barat, Bintoro mengatakan, menjelang Lebaran tahun 2021, ada peningkatan pengunjung Pasar Beringharjo terutama pada pedagang baju-baju muslim dan pakaian biasa. Sedangkan untuk pedagang baju-baju batik sampai kemarin belum ada kenaikan pembeli.

“Tahun ini berbeda sekali dengan tahun-tahun sebelum ada Covid-19. Kondisinya untuk pedagang batik sepi. Untuk baju batik biasanya setelah Lebaran. Tapi dengan adanya larangan mudik, kondisinya belum pasti. Harapan kami bisa ramai meskipun tidak seramai seperti sebelum Covid-19. Paling tidak sekitar 40 persen dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Bintoro. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed