oleh

Kasus Covid-19 Meningkat, Menhub Minta PT KAI Lakukan Tes Acak di Stasiun Utama KRL

-Nasional-76 views

JAKARTA (Simpony) – Mengingat kasus covid-19 yang terus mengalami peningkatan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melakukan tes secara acak (random test) covid-19 kepada penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, di sejumlah stasiun utama.

Menhub mengatakan, KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Karena itulah perlu perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran covid-19.

“Saya mendapat laporan, bahwa jumlah pergerakan penumpang KRL per harinya cenderung meningkat, yaitu sekitar 400-500 ribu penumpang per hari. Walaupun di masa normal bisa di atas satu juta penumpang, tetapi ini harus kita sikapi mengingat saat ini terjadi peningkatan kasus covid-19. Oleh karenanya, kami tugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random test di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang,” ujar Menhub dalam usai peninjauan ke Stasiun Jatinegara dan Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (19/6/2021).

Budi Karya menjelaskan, tes secara acak ini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus covid-19 dan diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” katanya.

Lanjut Budi, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan.

Sementara itu, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo, menyatakan siap untuk melaksanakan random test di beberapa stasiun utama. Pihaknya telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL seperti mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak, dan membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed