oleh

Kemantren Mergangsan Jadi Satu-satunya Zona Merah di Kota Jogja

-Daerah-110 views

YOGYAKARTA (Simpony) – Berdasarkan peta zonasi resiko epidemiologi, Pemerintah Kota Yogyakarta tinggal menyisakan satu kemantren (kecamatan) yang berzona merah di wilayahnya. Menurut indikator epidemiologi dengan rentang waktu tanggal 6-11 September 2021, saat ini Kemantren Mergangsan jadi satu-satunya wilayah yang dinyatakan berada dalam resiko penularan tinggi.

Heroe Poerwadi, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta menyebutkan, dengan adanya penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu cukup signifikan dalam menurunkan angka pertumbuhan kasus Covid-19 di wilayah setempat. Selain itu, peta zonasi berdasarkan RT juga kian banyak yang berubah menjadi zona hijau dari sebelumnya zona kuning, zona oranye ataupun zona merah.

Menurut Heroe, per pekan ini berdasarkan peta zonasi resiko RT, kondisi sebaran Covid-19 sudah cukup kondusif di Kota Jogja. “Tercatat, ada sebanyak 93 persen RT yang dinyatakan masuk ke dalam zona hijau dari 2.535 jumlah total RT di wilayah itu,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, capaian ini hampir sama dengan kondisi saat sebelum PPKM Darurat diberlakukan pada rentang waktu Mei-Juni lalu, yang mencatat sebanyak 94-95 persen RT di Kota Jogja berada di zona hijau.

“Kalau kita lihat sekarang di Kota Jogja itu kondisinya sudah sama dengan Mei atau Juni yakni sebelum PPKM, sekarang kasus baru per hari sekitar 20, 25, 30. Dan sekarang jumlah zona hijau sudah 93 persen RT dan hampir sama dengan kondisi Mei atau Juni yang berada di angka 94-95 persen,” jelas Heroe.

Di samping itu, menurutnya ada lima RT berzona oranye atau sekitar 0,2 persen, zona kuning sebanyak 6,63 persen atau 168 RT. Sisanya zona hijau dan tidak ada zona merah.

“Tapi kalau dari peta epidemiologi, zonasi sebaran dari tanggal 6 hingga 11 September, itu zona merah ada satu yakni Mergangsan, kelurahan itu ada sembilan yang merah, biasanya kalau epidemiologi lebih dalam dan banyak indikatornya bukan saja melihat kasus aktif, tapi juga pertumbuhan kasus dan lain sebagainya,” ungkap Heroe.

Heroe menerangkan, kebijakan penanganan yang dilakukan berdasarkan peta zonasi itu juga berbeda-beda. Satgas Covid-19 di tingkat RT merumuskan kebijakan sendiri yang mengacu pada edaran dan panduan yang diberikan oleh pihaknya. Satgas Covid-19 tingkat RT biasanya akan memberlakukan penyekatan di wilayahnya jika terdapat temuan kasus.

“Tentu ada perbedaan, kalau ada warga yang positif, posko di tingkat bawah akan menyekat jalan atau perkampungan untuk mengurangi mobilitas. Begitu ada yang positif di setiap RT akan langsung menyekat, selain itu juga melakukan isolasi rumah yang warganya positif serta pembatasan interaksi,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed