oleh

Larangan Mudik Lebaran: Terminal Giwangan Tolak Kedatangan Bus AKAP

-Daerah-82 views

YOGYAKARTA (Simpony) – Menyusul rencana larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pada tanggal 6-17 Mei 2021 mendatang, Terminal Giwangan Yogyakarta menolak kedatangan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang masuk ke wilayah Yogyakarta melalui Terminal yang terletak di Umbulharjo, Yogyakarta ini.

Kepala UPT Terminal Giwangan Yogyakarta, Bekti Zunanta mengatakan meski pihaknya belum menerima petunjuk teknis dari kementerian terkait penolakan bus AKAP yang masuk, tapi menurutnya kebijakan tersebut sama seperti penyelenggaraan mudik di tahun lalu.

“Kalau ada larangan kan pasti bus tidak operasional AKAP. Itu nanti akan tidak boleh masuk semua di terminal,” ucapnya, Jumat (16/4/2021) di Yogyakarta.

Lebih lanjut diungkapkan Bekti, di masa pandemi covid-19 ini, bus AKAP yang beroperasi di terminal Giwangan hanya berjumlah 300 sampai 400 unit. “Jumlah penumpang yang diangkut pun masih jauh dibandingkan dengan masa normal. Paling 25 persen dari masa normal,” katanya.

Dia juga menyebutkan, pihaknya hingga saat ini belum menemui fenomena pemudik yang pulang kampung lebih awal sebelum tanggal 6 Mei di Terminal Giwangan. “Hal itu disebabkan pemudik yang masuk ke wilayah Jogja biasanya cenderung berasal dari daerah-daerah seperti Wonosari ataupun Kulonprogo serta di luar Kota Jogja,” katanya.

Meski demikian, Bekti berpendapat bahwa bakal tetap ada pemudik yang “curi start” dengan pulang kampung sebelum tanggal 6 Mei, hanga saja jumlahnya diprediksi tidak akan signifikan, dan penambahan penumpang hanya sekitar satu hingga satu setengah persen saja.

“Kalau di masa pandemi kan biasanya bus AKAP angkut penumpang paling banyak 10-15 orang, paling nanti naiknya sedikit saja dari itu,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menyampaikan, untuk mendukung larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat, pihaknya akan ikut serta dalam upaya penyekatan yang dilakukan Pemda DIY. “Jika diperlukan, petugas nantinya akan diterjunkan untuk mengawasi jalur-jalur tikus yang sekiranya dilalui oleh pemudik,” katanya.

Disisi lain, kebijakan larangan mudik tentunya juga bakal diikuti dengan pengawasan pada setiap moda transportasi yang biasa digunakan oleh pemudik semisal stasiun, bandara, dan juga terminal. “Maka itu, petugas Dishub hanya bersifat mendukung, namun tetap siaga dalam mengatasi gelombang pemudik,” katanya. (mar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed