oleh

Mojosimo dan Kedondong Dicanangkan sebagai Desa Anti Politik Uang

DEMAK (Simpony) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Demak mencanangkan dua desa yaitu Desa Mojosimo dan Desa Kedondong di Kecamatan Gajah sebagai Desa Anti Politik Uang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Demak Khoirul Saleh mengungkapkan, pencanangan Desa Anti Politik Uang tersebut merupakan program untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahayanya politik uang pada proses pemilu, sekaligus juga guna meminimalisasi pelanggaran pada pemilu.

“Politik uang bisa merusak tatanan demokrasi dan menjadikan biaya politik semakin tinggi, selain itu juga bisa mendorong perilaku korupsi calon pemimpin,” ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Ditambahkannya, dengan menggaungkan program desa anti politik uang diharapkan akan tercipta pemimpin-peminpin yang jujur. Dirinya yakin, dengan program desa anti politik uang, masyarakat dapat tersadarkan akan adanya bahaya politik uang.

“Aktor politik uang bisa ditekan eksistensinya saat gerakan masyarakat bisa terus digalakkan,” imbuhnya.

Khoirul menjelaskan, dipilihnya Desa Mojosimo dan Desa Kedondong sebagai desa anti politik uang karena di dua tersebut akan ada Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa.

“Ini sesuatu yang tidak direncanakan, namun ada respon yang baik dari masyarakatnya untuk ikut menjadi program desa anti politik uang yang dilaksanakan Bawaslu. Nantinya, pada proses PAW kepala desa, masyarakat bisa memilih calon kepala desa yang benar-benar terbaik di antara orang-orang baik tersebut,” pungkasnya. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed