oleh

Mulai 11 Januari 2021 Dilakukan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY

YOGYAKARTA (Simpony) – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan Surat Instruksi Gubernur DIY bernomor : 1/INSTR/2021 tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta, tertanggal hari ini Kamis, 7 Januari 2021.

Dalam surat instruksi yang mulai berlaku tanggal 11 Januari sampai dengan 25 Januari 2021 ini, Gubernur DIY menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah, mulai dari Walikota Yogyakarta, Bupati Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul untuk membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% dan Work From Office (WFO) sebesar 50% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Yang kedua, Gubernur menginstruksikan agar melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring/online). Yang ketiga, untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Selanjutnya, Gubernur menginstruksikan pengaturan pembatasan kepada kegiatan Restoran (makan dan minum ditempat sebesar 25%) dan untuk layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional Restoran. Dan juga dalam surat tersebut disebutkan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Kemudian, untuk kegiatan konstruksi diiizinkan beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Lalu surat instruksi tersebut mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Gubernur juga meminta untuk melakukan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 di wilayah masing-masing.

Terakhir dalam surat instruksi tersebut Gubernur DIY memerintahkan kepada Pemerintah Desa/Kalurahan untuk melakukan pencegahan Corona Virus Disease 2019 di wilayahnya, dan menyampaikan laporan pelaksanaan pada Bupati dengan tembusan kepada Gubernur. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed