oleh

PBNU dan Muhammadiyah Nilai Penunjukan Listyo Sigit Prabowo Melalui Pertimbangan Matang 

-Nasional-81 views

JAKARTA (Simpony) – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud menilai penunjukan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri sudah melalui pertimbangan matang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, yang terpenting dalam pengangkatan pembantu Presiden adalah amanah, kafaah dan kifayah.

“Tiga hal ini yang penting,” kata Marsudi, Rabu (13/1/2021).

Marsudi menekankan, pihaknya tak mempermasalahkan latar belakang Listyo Sigit meskipun Non-Muslim. Menurutnya, latar belakang agama tak bermasalah berdasarkan undang-undang dan hukum.

Ia memberi contoh, banyak negara Islam yang menunjuk pejabat mereka dari latar belakang non-Muslim. Rasulullah, menurut Marsudi, juga pernah menunjuk seseorang yang beragama non-Muslim saat hijrah ke Mekkah dari Madinah.

“Kalau kita lihat negara Islam mana pun, Islam pun banyak yang mengangkat pembantu-pembantunya dari non-Muslim. Itu saja. Cukup secara pengalaman, kafaah itu cakap. Cakap itu mempunyai segalanya, kepandaian, ilmunya, integritasnya,” jelas Marsudi.

“Amanah, cakap, dan cukup. Mempunyai pengalaman, yang banyak dan mampu untuk melaksanakan tugasnya. Itu intinya. Saya yakin, presiden sudah memilah dan memilih hal itu,” tambahnya.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, menyambut baik pilihan Presiden Jokowi atas penunjukan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri. “Pilihan Presiden tentu berdasarkan pertimbangan matang, baik dari rekomendasi nama dari Wanjakti Polri dan juga Kompolnas,” ujarnya. 

Selain itu, sebagai mantan ajudannya, lanjut Sunanto, Presiden tentu mengenal sosok dan sepak terjang Komjen Sigit sehingga kemudian dipercaya untuk memimpin Korps Bhayangkara. “Secara khusus, Pemuda Muhammadiyah berharap kepada Komjen Listyo Sigit segera bekerja keras menyiapkan berbagai program penegakan hukum, pengayoman masyarakat yang tanpa pandang bulu, mendekat pada keadilan sosial dan perlindungan total pada masyarakat,” tuturnya.

“Komjen Sigit harus mampu menjawab berbagai tantangan dan tren kejahatan yang saat ini bermetarfosa dalam berbagai bentuk. Baik cara, teknologi dan pola kejahatan yang mengalami perubahan cepat,” katanya. (*/yes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed