oleh

Pengusaha Malioboro Tolak Perpanjangan PTKM

YOGYAKARTA (Simpony) – Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yang diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat pengusaha di kawasan Malioboro mengeluh. Pasalnya omzet pertokoan di Malioboro anjlok selama PTKM.

Ketua Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY), Sadana Mulyono mengungkapkan, ada tiga faktor yang saling berkaitan penyebab anjloknya omzet para pengusaha. Pemberlakuan PTKM, ditambah dengan diberlakukannya Malioboro bebas kendaraan pukul 18.00 – 21.00 WIB dan ditambah dengan musim hujan, membuat omzet pertokoan Malioboro anjlok cukup tajam.

“Mungkin drop antara kurang lebih 30-50 persen,” kata Sadana, Sabtu (23/1/2021).

Sadana menyebut, PTKM yang saat ini diterapkan belum terbukti mampu turunkan jumlah kasus Covid-19. Karena itu perpanjangan PTKM menurutnya tidak ada fungsinya.

“Saran saya ya dibatalkan saja tidak usah PTKM,” tegasnya.

Sadana menilai, dengan PTKM perdagangan sepi, namun kasus COVID-19 juga tidak turun. Yang menurutnya harus dilakukan adalah dengan pengawasan kerumunan massa.

“Ada petugas khusus yang mengingatkan dan kalau ada pengunjung atau wisatawan masuk ke Jogja, itu diperketat,” katanya.

Dia juga menilai penularan kasus COVID-19 saat ini malah justru terjadi di keluarga, bukan di pusat perdagangan. Karena itu, dari 220 pengusaha anggota PPMAY menurutnya belum ada yang tutup, tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan. “Pesan kami janganlah diadakan PTKM lagi,” pungkasnya. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed