oleh

PKS Berkomitmen Pertahankan Ideologi Pancasila

-Politik-140 views

YOGYAKARTA (Simpony) – PKS Kota Yogyakarta menyatakan komitmennya untuk mempertahankan ideologi Pancasila. Munculnya tuduhan tidak Pancasilais akibat perbedaan penafsiran Pancasila dikhawatirkan bisa memecah belah persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjaga.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Yogyakarta Nasrul Khoiri mengatakan, PKS sebagai bagian dari bangsa Indonesia siap melanjutkan perjuangan yang sudah digariskan oleh para pendiri bangsa. Termasuk berkomitmen menerapkan dan mempertahankan ideologi Pancasila. Saat ini masyarakat berhadapan dengan pihak yang menafsirkan Pancasila berdampak pada pecah belah. Ia berharap tuduhan terhadap pihak yang tidak Pancasilais harus dihindari agar tidak terjadi perpecahan.

“Ketika muncul pihak yang berbeda pandangan dalam hal politik dan keyakinan sering dianggap tidak Pancasilais, tantangan anak zaman saat ini seperti itu. Maka kami melihat upaya mendiskreditkan bahwa setiap anak bangsa yang tidak Pancasilais itu adalah upaya yang harus dihentikan dan dihindari. Karena Pancasila ini sebagai konsensus ya harus kita taati, maka tidak boleh saling menuduh bahwa saya yang paling Pancasilais,” ujarnya dalam Serasehan Pancasila bertajuk Memaknai Nilai Pancasila dalam Bernegara secara daring, Selasa (1/6/2021).

Ia tidak menampik di Indonesia terdapat beragam kelompok yang menafsirkan Pancasila dengan cara yang berbeda. PKS berharap setiap kelompok tersebut tetap bersatu dan tidak terpecah belah seperti halnya para pendiri bangsa yang banyak memiliki perbedaan pendapat namun muaranya adalah untuk NKRI.

“Harapannya berdebat hanya ditataran ide saja tidak dilanjutkan ke hal lain, tidak perlu ada ancaman, masing-masing kita saling berkarya sesuai dengan kemampuan dan kebaikan,” katanya.

Pegiat Pusat Studi Pancasila UGM Jazir ASP menambahkan, Pancasila merupakan fiolosofi yang mendasari setiap undang-undang yang dibuat. Maka tidak boleh ada undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila ini, karena negara Indonesia praktik perundangan harus mengacu pada Pancasila.

“Kepempimpinan seseorang sangat dipengaruhi oleh proses pemilihannya. Kalau proses pemilihannya tidak Pancasilais maka kebijakannya juga tidak Pancasilais,” katanya.

Sementara itu, Budayawan Ashad Kusuma Djaya menyatakan, ada lima agenda penting dalam mengaktualkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. “Antara lain, menyadarkan tugas melahirkan Pancasila, memperkokoh pondasi peradaban Indonesia raya, mengembangkan demokrasi ekonomi. Selain itu membangun demokrasi politik perwakilan yang sehat dan memperkuat gotong royong dalam pembangunan yang kolaboratif,” terangnya. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed