oleh

PPKM Bakal Diperpanjang, Epidemiolog: Tidak Efektif!

JAKARTA (Simpony) – Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyoroti soal rencana perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama dua pekan yang akan berakhir pada 25 Januari 2021 mendatang. Menurutnya, kebijakan pembatasan versi baru yang diberlakukan pemerintah tidak efektif untuk menekan penularan kasus virus Corona (Covid-19) di Tanah Air.

Oleh sebab itu, Pandu melalui akun media sosial twitter @drpriono1, menilai perpanjangan PPKM di Jawa-Bali selama dua pekan tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap upaya pengendalian Covid-19.

“PSBB versi baru tidak efektif. Walaupun diperpanjang tidak efektif menekan kasus,” tulisnya, Kamis (21/1/2021).

Dalam akun twitternya itu, Pandu juga menyebut diperlukannya implementasi intervensi berlapis agar upaya pengendalian Covid-19 bisa menjadi lebih efektif.

“Perlu implementasi intervensi berlapis agar kita tekan penularan pada fase ancaman munculnya strain baru karena virus mudah bermutasi dengan tingkat penularan seperti sekarang,” tulisnya kembali.

Diketahui sebelumnya, pemerintah dikabarkan akan kembali memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali periode pertama ini yang akan berakhir pada 25 Januari 2021.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA menuturkan, keputusan rapat terbatas di Istana kemarin Selasa 19 Januari 2021, PPKM Jawa-Bali diperpanjang karena angka Covid-19 masih tinggi dan belum ada penurunan yang siginifikan di Indonesia.

“Jawa-Bali sudah ditetapkan untuk PPKM, dan angka terakhir belum menunjukkan penurunan angka positif rate yang signifikan dan akan diperpanjang, hasil rapat kabinet terbatas kemarin sore akan diperpanjang untuk dua minggu kedepan setelah tanggal 25 Januari 2021,” kata Safrizal di siaran Kemendagri, Rabu (20/1/2021).

Dia menegaskan, PPKM Jawa-Bali akan diperpanjang dua minggu lagi sampai menunjukan angka penururan Covid-19.

“Akan diperpanjang kembali dua minggu ke depan sampai dengan angka menunjukkan penurunan atau pelandaian,” pungkasnya. (mar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed