oleh

PWM DIY Serius Soal Dakwah di Pilar Ekonomi, Dirikan 50 TokoMu dan Distribution Centre

-Ekonomi-105 views

YOGYAKARTA (Simpony) – Selama ini, pilar dakwah ekonomi di kalangan Muhammadiyah dan umat Islam masih belum bergeliat dan memuaskan.

Sebenarnya, sangat strategis bila Muhammadiyah memiliki produk primer yang digunakan masyarakat dan umat. Kepemilikan produk utama yang dipakai masyarakat, semisal produk di kamar mandi ada pasta gigi, shampoo, sabun, sikat gigi dan lainnya.

Sedangkan produk dapur dari minyak, beras, air mineral, mie instan dan sebagainya, sangatlah membanggakan dan diharapkan oleh umat.

“Kita harus memasuki dunia bisnis riil dan ritel, seberapapun beratnya. Sebab, ini berkaitan juga dengan ketahanan pangan dan keberlanjutan bangsa,” ujar Taufiqurrahman S.E., M.M. Ketua Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Wilayah Muhaammadiyah (PWM) DIY, Kamis 7 September 2023 di kantor PWM DIY, Jalan Gedongkuning, Yogyakarta.

Taufiqurrahman memberi sambutan pengantar dalam acara penandatanganan tripartait antara PWM DIY dengan Perum Kanwil Bulog DIY dan PT Kaltim Bumi Energi Etam, dalam rangka awal pemenuhan kebutuhan dan ketahanan pangan khususnya untuk warga Muhammadiyah.

Penandatanganan MoU untuk kali pertama di lingkungan PWM DIY dengan Perum Bulog ini dilakukan Ketua PWM DIY Dr. H.M. Ikhwan Ahada, M.Ag; Sekretaris PWM DIY H. Arief Jamali Muis, M.Pd; Pimpinan Perum Bulog Wilayah DIY Ali Ahmad Najih Amsari, dan Direktur Utama PT Kaltim Bumi Energi Etam (KBEE) Herey Husodo.

Karena direncanakan akan dibangun 50 TokoMu baru dengan konsep modern dan mengedepankan produk halal dan kemanfaatan, serta pembangunan Distribution Centre (DC) sebagai penopang bisnis.

Menurut Taufiq, tidak menutup kemungkinan ada investor dan atau Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Cabang Muhammadiyah yang memiliki toko atau lokasi strategis untuk mewujudkan TokoMu yang modern dan tetap menjadi media dakwah kekinian dalam bidang ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Ali Ahmad selaku Pimpinan Bulog DIY merasa bersyukur bisa bekerjasama dengan Muhammadiyah.

“Karena produk-produk yang ada di Bulog sangat dibutuhkan dan menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” kata Ali.

Kebutuhan pokok masyarakat diantaranya gula, beras, minyak dan produk pangan lainnya.

“Muhammadiyah memiliki ratusan ribu bahkan jutaan pegawai di amal usaha Muhammadiyah yang pasti selama ini menjadi konsumen aktif dan cerdas,” terangnya.

“Karenanya, Bulog sangat mendukung program kerjasama dan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan ini,” imbuh Ali.

Sementara, Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada berharap, kerjasama ini nantinya bisa menjadi tonggak dalam mewujudkan dakwah di bidang ekonomi.

“Supaya lebih maksimal lagi,” ungkapnya.

Bagi Ikhwan, Muhammadiyah sangat antusias untuk mewujudkan kejayaan ekonomi dan penuh manfaat.

“Salah satu aksi bagaimana dakwah ekonomi dan dakwah serta aktivitas show offorce Muhammadiyah,” katanya.

Hal tersebut dengan akan diselenggarakannya Muhammadiyah Jogja Expo#3 di JEC pada 24-26 Nopember 2023.

Ketua Panitia MJE#3, Taufik Ridwan berharap, event kali ini diikuti oleh amal usaha Muhammadiyah dan para pengusaha di DIY. Juga para perusahaan partner dan kelompok usaha untuk bersama berpameran dan bertemu bisnis partner yang tepat.

“Kesempatan event ini juga sangat tepat untuk membangun kebersamaan dalam pariwisata muslim friendly,” jelas Taufik Ridwan.

Saat ini dari kebutuhan 286 stand, masih tersedia 80 stand yg dibuka untuk para peminat umum.

Direktur Utama PT KBEE, Herru Husodo, memberi motivasi kepada pengusaha Muslim untuk menyadari bahwa keberlangsungan bangsa ini sangat bergantung kepada para pengusaha yang peduli kepada nasib negeri.

“Saat ini hampir semua produk primer kebutuhan umat diproduksi orang lain. Bahkan, hampir semua produk import, ini memprihatinkan banget, yang bisa menghentikan adalah bagaimana umat selalu peduli kepada kebutuhan primer kita sendiri,” katanya. (fan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed