oleh

Raih IPK Tinggi di Masa Pandemi, Memangnya Bisa?

-Opini-109 views

PANDEMI Corona menjadikan sistem kuliah online harus dikuasai oleh semua mahasiswa. Dahulu cara kuliah seperti ini umumnya diterapkan melalui sistem E-Learning oleh beberapa kampus untuk mengakomodir perkuliahan jarak jauh.  Namun saat ini sistem pembelajaran online dilakukan hampir oleh seluruh perguruan tinggi.

Tidak banyak mahasiswa yang mampu mendapatkan IPK tinggi saat masih kuliah. Apalagi melihat kondisi sekarang yang membuat interaksi mengajar menjadi terbatas, nilai kadang sangat anjlok sekali bahkan ada yang berpotensi harus mengulang.

Hal ini murni dari kesalahan mahasiswa karena dosen atau pengajar hanya memberikan nilai sesuai kemampuan sang mahasiswa. Meskipun begitu perlu di ketahui IPK yang tinggi bukan hanya untuk orang yang kutu buku atau memiliki otak yang pintar. Mahasiswa yang aktif di organisasi pun bisa mendapatkan IPK tinggi bahkan 4.0.

Mahasiswa hanya perlu menjadi cerdas, bukan pintar. Perlu dipahami bahwa tidak semua dosen menilai mahasiswa hanya dari kemampuan tes ujiannya. Ada sebagian besar dosen melihat perilaku dari mahasiswa sebelum memberikan nilai. Berikut cara cerdas yang bisa kamu praktikkan untuk dapat nilai IPK tinggi, bahkan saat kondisi pandemi dengan metode pengajarannya daring:
1. Aktif di kelas dengan menunjukkan antusiasme.
Memanfaatkan setiap pertemuan di kelas untuk berdiskusi secara langsung dengan dosen. Kamu bisa menunjukkan antusiasme saat kelas online atau virtual class dengan selalu On Camera, mengajukan pertanyaan ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan dosen. Hal tersebut sering kali menjadi nilai tambah tersendiri, karena dosen pun akan merasa dihargai dan ingat namamu. Meski terkesan seperti cari muka, namun cara ini termasuk dalam ranah positif dan salah satu rahasia yang dilakukan mahasiswa cerdas untuk mendapatkan IPK tinggi.

2. Jangan menunda tugas meski banyak waktu luang.
SKS atau ‘Sistem Kebut Semalam’ sangat tidak disarankan. Mengingat mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, mengapa tidak mencoba produktif?

Selain lebih maksimal dan terstruktur dalam menyelesaikannya, kamu pun tidak akan merasa terbebani ketika banyaknya tugas yang menghampiri. Kamu bisa bersantai mengerjakan tugas sembari mendengarkan musik atau hal kegiatan rumah lainnya. Perlu diingat, hal ini sangat berpengaruh terhadap penilaian dosen, semakin tepat waktu kamu mengumpulkan tugas, maka semakin baik citramu di mata dosen. Seperti yang dikatakan Malcolm S. Forbes “Sebuah tugas berharga yang diselesaikan dengan sukses jauh lebih bernilai dibandingkan dengan ratusan tugas yang baru rampung sebagian”.

3. Carilah referensi bukan contekan.
Perkuliahan online memungkinkan kecurangan, kelalaian, dan segala bentuk ketidakjujuran dan kemalasan. Seperti misalnya ketika ada kuis atau tes, mahasiswa bisa dengan mudah saling chatting di grup WhatsApp untuk berbagi jawaban. Atau mencari jawaban ke internet. Funfact-nya dari kuliah online adalah mahasiswa atau dosen bisa lebih mudah meninggalkan kelas. Dosen bisa sekedar memberikan materi ajar, seperti bahan bacaan atau file powerpoint. Mahasiswa bisa sekadar isi presensi, kemudian lanjut aktivitas yang lain. Namun kamu juga perlu tahu bahwa dosen sebenarnya sangat memahami karakter mahasiswanya, oleh karena itu manfaatkanlah kemudahan akses teknologi dengan bijak.

Mendapatkan IPK tinggi bukan hanya sekedar mimpi, selama kamu mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Tidak lupa menjaga semangat dan motivasi untuk menjadi yang terbaik.

Mungkin dalam keadaan seperti ini, mahasiswa fokus pada hal yang enaknya saja, sebelum nanti mengeluh jika kuliah sudah berjalan seperti biasa. Kita harus menyadari bahwa pandemi ini yang menguji mental kita sebagai generasi penerus bangsa yang unggul. Kita hanya bisa berharap semoga besok keadaan sudah lebih baik.

Aji Pangestu (Mahasiswa ASMI Santa Maria Yogyakarta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed