oleh

RSUP Dr Sardjito Gelar Workshop Jenjang Karir Dokter Pendidik Klinis

SLEMAN (Simpony) – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta menggelar Workshop Jenjang Karir (Jabatan Akademik) Dokter Pendidik Klinis (Dokdiknis) pada Selasa (2/8/2022) di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Hadir dan memberikan sambutan Ketua Panitia dr MTS Darmawan, Sp.A dan Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dr Eniarti, Sp.KJ, M.Sc, MMR.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito mengatakan, jenjang karir jabatan akademik Dokdiknis menjadi isu strategis yang penting untuk dibahas. “Sebagai implementasi percepatan transformasi sumber daya manusia kesehatan,” kata dr Eniarti, Sp.KJ, M.Sc, MMR.

Diharapkan adanya hasil luaran yang bermanfaat dari workshop ini sebagai cikal bakal langkah yang akan diambil guna mendukung regulasi pemerintah selanjutnya.

Terselenggaranya Workshop Jenjang Karir Dokter Pendidik Klinis ini, dijelaskan dr Eniarti, Sp.KJ, M.Sc, MMR, dapat melahirkan suatu naskah akademik untuk mempercepat implementasi penguatan jabatan Dokdiknis, yang selanjutnya dapat disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Menteri PAN-RB.

Kegiatan yang diikuti 24 orang peserta internal dari Komite Staf Medik (KSM) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan 61 orang peserta eksternal dari berbagai Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia dipandu dr Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An, KIC, MARS dan Dr dr Sudadi, Sp. An-KNA, KAR selaku moderator.

Kali ini, workshop menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang membahas tentang peran masing-masing kementerian dalam tindak lanjut UU Dikdok Nomor 20 Tahun 2013 dan PP Nomor 52 Tahun 2017 pasal 27-36 tentang jenjang karir (jabatan akademik) dosen Program Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis yang berasal dari Kemenkes (Dokdiknis).

Adapun mekanisme pelaksanaan workshop ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama adalah pemaparan materi yang relevan dengan jenjang karir jabatan akademik dokter pendidik klinis oleh para narasumber dan pembahasan materi oleh Kepala Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Kesehatan, dr. Ika Trisika, MKM dan dr. Irsad Andi Arso, Sp.PD, Sp. JP(K) dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Pada sesi kedua, seluruh peserta workshop melakukan penyusunan rekomendasi melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menghasilkan naskah akademik, yang selanjutnya akan disampaikan kepada kementerian terkait.

Dokter Pendidik Klinis (Dokdiknis) merupakan jabatan karir yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pelaksana teknis di bidang pelayanan kedokteran dan pendidikan.

Adapun ruang lingkup, tugas, tanggung jawab dan wewenang Dokdiknis adalah melakukan kegiatan pelayanan kesehatan, pengabdian masyarakat, pendidikan dokter dan dokter spesialis serta penelitian guna pengembangan ilmu kedokteran.

Paparan narasumber pertama dalam workshop ini adalah tentang sejarah dokter pendidik klinis yang disampaikan Ketua Persatuan Dokter Pendidik Klinis Indonesia (PERDOKI) dr Purwadi, Sp.B, KBA.

Selanjutnya, drg Nusati Ikwahju, M.Kes (Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr Sardjito Yogyakarta) memaparkan terkait transformasi SDM jenjang karir pendidik klinis.

Narasumber lainnya adalah Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, drg Arianti Anaya, MKM, yang memaparkan tentang dukungan Kementerian Kesehatan RI terhadap percepatan implementasi regulasi terkait jenjang karir (jabatan akademik) dokter pendidik klinis, yang telah berkontribusi dalam mendidik calon dokter dan dokter spesialis di Rumah Sakit Pendidikan atau Wahana Pendidikan Kedokteran lainnya.

Kegiatan Dokdiknis ini akan dijadikan sebagai indikator penilaian angka kredit meliputi pendidikan, pelayanan spesialistik, pengabdian masyarakat, pelayanan pendidikan, penelitian dan penunjang tugas lainnya.

Asisten Deputi Perancangan Jabatan, Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Aba Subagja, S.Sos, MAP, memaparkan secara daring tentang pengadaan dan pengembangan ASN dalam jabatan fungsional yang mengarah pada penyelarasan regulasi terkait transformasi Dokdiknis menjadi dosen klinis.

Selanjutnya, Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara, Haryomo Dwi Putranto, S.Sos, M.Si, menyampaikan tentang jenjang karir jabatan fungsional dokter pendidik klinis dilihat dari sudut pandang ketentuan umum, peluang dan tantangan karir bagi jabatan fungsional dokdiknis. (fan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed