oleh

Selama PTKM Ketersediaan Bahan Pokok di Kota Jogja Aman

YOGYAKARTA (Simpony) – Selama kebijakan Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) yakni mulai tanggal 11-25 Januari 2021 masyarakat Kota Jogja diminta tidak panik akan ketersediaan bahan pokok, pasalnya Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan bahwa selama kebijakan PTKM tersebut stok bahan pokok di Kota Jogja aman.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono mengatakan, jika ketersediaan bahan pokok di Kota Yogyakarta masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama tiga bulan kedepan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan bahan pokok di Kota Yogyakarta masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat sampai 3 bulan kedepan,” jelasnya, Jumat (15/1/2021).

Sementara untuk jam buka tutupnya tidak ada perubahan, untuk Pasar Beringharjo barat beroperasi hingga pukul 14.00 WIB, namun ada pengecualian di Pasar Induk Giwangan.

“Tidak ada perubahan. Pasar rakyat siang hari sudah sepi tidak ada aktivitas, untuk Pasar Beringharjo barat sampai pukul 14.00 WIB. Ada pengecualian di Pasar Induk Giwangan karena disana melayani suplayer dari luar kota sehingga ada aktivitas bongkar muat di malam hari, namun demikian kita tetap mengedepankan protokol kesehatan, sebagaimana yang sudah berjalan dengan menunjukkan surat keterangan sehat bagi sopir maupun kru luar daerah,” jelasnya.

Sementara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di pasar, pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi di pasar terkait penerapan protokol kesehatan, berbagai langkah preventif juga telah dilakukan, baik secara internal maupun eksternal.

“Ada beberapa kebijakan internal dan eksternal yang kami berlakukan. Misalnya penyediaan antiseptik, sabun cuci tangan, hand sanitizer, dan pembersihan secara intensif di lokasi-lokasi yang sering disentuh pengunjung atau pedagang. Upaya ini bersifat preventif,” katanya.

Tak sampai disitu, Yunianto juga meminta Lurah Pasar mengecek kondisi sanitasi di tiap pasar, salah satunya wastafel untuk memastikan bahwa fasilitas tersebut berfungsi dengan baik sekaligus menyiapkan sabun cuci tangan.

“Misal ada laporan beberapa wastafel tidak berfungsi dengan baik. Saya langsung meminta agar fasilitas tersebut segera diperbaiki sehingga berfungsi kembali. Harapannya, pengunjung maupun pedagang juga rutin cuci tangan untuk menghindari penyebaran covid-19,” jelasnya.

Untuk pasar-pasar yang memiliki banyak pengunjung seperti Pasar Beringharjo, Pathuk, Kranggan, dan Demangan, pihaknya juga memberlakukan upaya pencegahan lebih, seperti penggunaan thermogun untuk memastikan pengunjung pasar tidak sedang demam.

Yunianto juga meminta lurah pasar dan petugas keamanan di tiap pasar untuk rutin memberikan edukasi kepada pedagang terkait pentingnya menjaga kebersihan untuk mengantisipasi potensi penyebaran covid-19.

Tak sampai disitu, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta juga memanfaatkan radio pasar untuk menghimbau masyarakat agar terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kami juga memanfaatkan radio pasar untuk mengimbau para pedagang agar selalu menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara itu secara terspisah, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berpesan selama pemberlakuan PTKM masyarakat Kota Yogyakarta diminta tidak panik dan menimbun sembako.

“Ketenangan masyarakat dibutuhkan saat pemberlakukan PTKM,” tandasnya. (*/kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed