oleh

Sindikat Skimming ATM Diringkus Polda DIY

YOGYAKARTA (Simpony) – Polda DIY melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil meringkus sindikat spesialis penggandaan kartu (skimming) ATM secara ilegal.

Tiga buronan berinisial P (44) warga Wonogiri, S (52) warga Wonogiri, dan A (53) warga Sukoharjo ditangkap di wilayah Jawa Tengah.

Wadireskrimsus Polda DIY, AKBP FX Endriadi mengungkapkan, penangkapan terhadap ketiga pelaku di tempat persembunyiannya tersebut, merupakan kelanjutan dari penangkapan salah satu anggota sindikat berinisial TH, beberapa bulan lalu.

“Tersangka inisial TH telah ditangkap sebelumnya dan menjalani proses persidangan,” ujar saat konferensi pers di Mapolda DIY, Selasa (7/9/2021).

Lanjut Endriadi, dari kartu ATM illegal tersebut para sindikat ini berhasil menguras uang milik pelapor, Renata Nurmasari, seorang agen BRI Link.

“Kasus ini dimulai dari korbannya yang merasa kehilangan saldo di rekeningnya sebesar Rp20 juta, padahal transaksi tidak pernah dilakukan, lalu korban membuat laporan ke polisi. Para pelaku ini hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk menyalin data korban melalui peralatannya,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, Endriadi menyebut sindikat ini telah melancarkan aksinya sedikitnya sebanyak 14 kali di sejumlah lokasi, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Ia menceritakan pelaku W memiliki peranan menyediakan kartu ATM kosong yang dibeli secara online untuk mengkopi data hasil penggandaan ATM korban.

Ditambahkannya, pelaku W ini juga berperan mengalihkan perhatian korbannya.

“Untuk pelaku S memiliki tugas menggandakan data pada ATM milik korban dengan alat mini skimmer. Sedangkan pelaku P memiliki tugas membeli alat skimmer secara online dan meminjamkannya untuk melancarkan aksi┬áskimming. Lalu TH berperan mentransfer uang dari ATM hasil penggandaan ke ATM miliknya,” terangnya.

Dia mengatakan, di bulan September 2020, para pelaku ini sudah melakukan transfer dari ATM korban sebanyak Rp21,5 juta. Saat itu, korban mendapat notifikasi melalui SMS banking telah melakukan transfer.

“Merasa tidak melakukan transfer, korban pun melaporkan kejadian ini kepada polisi pada April 2021,” katanya.

Berdasarkan pelacakan polisi pada aktivitas transfer mencurigakan tersebut, didapati identitas TH, yang kemudian tertangkap pada Juli lalu.

Untuk barang bukti, polisi menyita 11 buah kartu ATM dari beberapa bank, 17 KTP palsu, 1 unit Laptop Merk Toshiba, 1 unit mesin peng-copy data kartu ATM, 1 unit mesin pencetak data kartu ATM merk DEFTUN seri MSR-X6BT, dan 1 unit kamera pengintai portabel. (yes)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed