oleh

UKDW Resmi Membuka Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar Dalam Negeri

YOGYAKARTA (Simpony) – Salah satu implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) adalah program pertukaran pelajar.

Program ini memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mengenal keragaman budaya Indonesia dan memperkuat kompetensi akademiknya dengan menjalani pendidikan di luar kampus atau di luar program studi yang ditempuh.

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta resmi membuka Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar Dalam Negeri (PMMDN) pada hari Senin, 30 Agustus 2021 secara daring melalui platform zoom meeting. Acara pembukaan PMMDN ini bertujuan untuk memperkenalkan tenaga pengajar sekaligus fasilitas yang ada di UKDW kepada para mahasiswa dari universitas lain.

Pada kesempatan ini, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D selaku Rektor UKDW juga melepas 14 mahasiswa UKDW yang mengikuti program ini.

Dalam sambutannya, Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D menyampaikan, bahwa UKDW baru melaksanakan PMMDN ini sejak program MBKM dilaunching.

“Program ini menarik, terlebih di tengah pandemi ini, sehingga memungkinkan mahasiswa kampus lain untuk mengecap bagaimana rasanya kuliah di UKDW. Demikian juga mahasiswa UKDW bisa mengambil mata kuliah di luar kampus. UKDW ini meski memiliki nilai-nilai Kristiani, tetap menjadi kampus yang inklusif. UKDW juga memiliki nilai-nilai keberagaman dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Charis Amarantini, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi (WR 1) UKDW menjelaskan, PMMDN merupakan program belajar lintas kampus dan lintas budaya.

“Tahun 2021, UKDW mendapat amanah dari Kemendikbudristek RI untuk melaksakanan PMMDN sebagai kampus yang akan menerima, mengirim, dan berperan sebagai mitra. Sebagi tempat belajar lintas kampus dan lintas budaya,” terangnya.

Lanjut Charis, UKDW mengirimkan 14 mahasiswanya untuk mengikuti program ini dengan rincian 7 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Biologi, 4 mahasiswa Prodi Manajemen, 3 mahasiswa Prodi PBI. Selama satu semester, para mahasiswa tersebut akan mengikuti kegiatan pembelajaran di Universitas Pattimura, Universitas Sriwijaya, Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Riau, Universitas Prima Indonesia, Universitas Negeri Medan, Universitas Jambi, Universitas Katolik Santo Thomas, Universitas Samudra, dan Universitas Negeri Padang.

Di samping itu, UKDW menerima 24 mahasiswa dari luar UKDW dengan prodi asal: Sistem Informasi, Agroteknologi, PGSD, Akuntansi, Matematika, Kesehatan Lingkungan, Pendidikan Biologi, Ekonomi Pembangunan, Pendidikan Teknik Elektro, Farmasi, dan Kehutanan. Para mahasiswa tersebut berasal dari Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai, STMIK Widya Cipta Dharma, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Kaltim, Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Nusa Cendana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, dan Universitas Sumatera Utara.

Selanjutnya, sebagai mitra UKDW akan menerima 15 mahasiswa peserta kuliah daring yang tergabung dalam MBKM-SPADA Dikti, dengan 2 mata kuliah yang akan diikuti yakni pemasaran digital dan public speaking. Lima belas mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Brawijaya, Universitas Nahdlatul Ulama Jepara, Universitas Majalengka, Universitas Lampung, Universitas Nusa Cendana, STMIK Global Informatika Mdp, Sekolah Tinggi Ekonomi Bank BPD Jawa Tengah, Universitas Prima Indonesia, Universitas Halu Oleo, Universitas Graha Nusantara (Padang), Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Riau, Universitas Negeri Manado, dan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

“Mahasiswa inbound juga akan belajar lintas budaya melalui modul nusantara yang dibagi menjadi empat jenis kegiatan, yakni 14 kegiatan kebinekaan, 3 kegiatan inspirasi, 7 kegiatan refleksi, dan 4 kegiatan kontribusi sosial. Proses pembelajaran nantinya dilakukan dengan cara sinkron virtual, asinkron independent, dan asinkron collaborative,” pungkas Charis. (kps)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed