oleh

Perkembangan Virus Corona di Indonesia

-Opini-73 views

INDONESIA termasuk ke dalam Negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di dunia. Sejak tahun 2019, tepat tanggal 2 Maret, Indonesia terserang wabah penyakit yang awalnya wabah ini menyerang negara Cina, kemudian wabah ini masuk ke Indonesia karena dibawa oleh orang-orang yang keluar masuk luar negeri. Pertambahan masyarakat Indonesia yang semakin hari semakin pesat akibat virus ini membuat beberapa Rumah Sakit penuh dan sempat kehabisan ruang untuk pasien yang terpapar virus corona, hingga ada pasien yang harus dirawat di rumah sendiri (isoman).

Virus ini memang tidak terlihat, dan tidak dapat diremehkan juga, karena virus ini dapat menyebabkan kematian bagi penderita yang memiliki penyakit bawaan dan juga penderita yang terlambat dalam penanganan. Orang yang terpapar virus ini sebenarnya tidak memiliki ciri-ciri yang terlalu menonjol/terlihat, akan tetapi virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan pasien yang terpapar. Orang-orang yang terpapar virus corona tidak boleh bertemu dengan orang lain dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa, mereka juga tidak boleh berjabat tangan dengan orang lain.

Dilihat dari banyaknya orang yang terpapar virus ini, banyak juga pasien yang sembuh melawan virus ini, tetapi ada juga pasien yang meninggal karena terserang virus ini. Keluarga pasien yang ditinggalkan oleh saudara atau kerabatnya yang terserang virus ini mungkin sangat sedih dan terpukul, sebab orang yang meninggal karena terpapar virus ini harus dievakuasi sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat, sehingga keluarga saja pun tidak dapat menengok atau melihat jenazah keluarganya untuk terakhir kali.

Tidak hanya bagi keluarga, virus ini juga berdampak pada para dokter dan perawat, para medis, serta petugas kesehatan. Orang-orang yang bekerja di Rumah Sakit harus ekstra bekerja keras demi kesembuhan pasien yang terpapar virus covid, dan juga menjaga agar dirinya sendiri terhindar dari virus ini. Untuk itu, para tenaga medis, para dokter dan perawat serta petugas kesehatan yang lain harus selalu menggunakan pakaian yang sangat tertutup ketat dan rapat serta agar dirinya dapat terhindar dari virus ini. Tidak terbayangkan betapa panas dan tidak nyamannya menggunakan pakaian berlapis-lapis selama berjam-jam, tidak hanya itu para tenaga medis pun menahan tidak tidur dan tidak minum selama menjaga pasien yang terpapar virus, mereka juga rela tidak bertemu dengan keluarganya di rumah.

Tempat-tempat wisata merupakan tempat yang ramai pengunjung pada saat liburan sekolah tiba dan sering sekali dikunjungi untuk tempat berlibur, akan tetapi karena adanya virus ini kini tempat wisata menjadi tempat yang sepi pengunjung. Banyak tempat-tempat wisata yang mengalami kerugian karena omsetnya menurun selama pandemi ini, karena omset-omset menurun membuat banyak orang yang kehilangan pekerjaannya. Sebagian orang yang kehilangan pekerjaannya memilih untuk menjadi wirausaha. Tempat ibadah juga menjadi salah satu tempat yang terkena dampak pandemi virus covid, tempat ibadah ditutup dan menjadi sepi.

Dengan adanya pandemi yang sudah terjadi selama 1 tahun ini. sudah banyak perubahan yang dialami masyarakat Indonesia dari yang awalnya terpuruk dan tidak pergi kemana-mana karena takut tertular virus ini, sekarang masyarakat sudah membiasakan diri dengan situasi ini, dan harus mau tidak mau keluar dari zona nyaman dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa walaupun pandemi ini belum berakhir dan juga masih semakin meningkat di beberapa daerah. Dengan adanya bantuan pemerintah yaitu pemberian vaksin bagi semua golongan yang dilakukan secara bertahap, sangat membantu masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi ini. Beberapa tempat seperti tempat wisata, tempat umum dan tempat ibadah yang awalnya ditutup sekarang sudah buka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan mengatur jarak tempat duduk, adanya poster bertuliskan wajib memakai masker yang harus dipatuhi oleh setiap orang, wajib mencuci tangan menggunakan sabun, tidak berkerumun, dan tidak saling berjabat tangan. Penulis juga berharap semoga pandemi ini segera berakhir.

(Maria Setianingrum Saputri, A.Md., Tenaga Tata Usaha, SD Marsudirini St. Theresia, Kabupaten Kulonprogo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed